Mengetahui Prinsip Kerja Penangkal Petir

Anda tentunya sering melihat, ada begitu banyak bangunan maupun tower yang sekarang ini sudah dilengkapi dengan alat yang disebut sebagai penangkal petir. Akan tetapi apakah Anda sudah pernah mendengar maupun mengerti bagaimana prinsip kerja penangkal petir? Bagi Anda yang sekarang menggunakan penangkal petir di salah satu bangunan tempat tinggal, kantor maupun gedung lainnya yang rawan sambaran petir mungkin sudah mengetahui fungsi dari penangkal petir. Namun, apakah benar prinsip kerjanya seperti fungsi yang Anda pahami? Temukan jawabannya dalam pembahasan yang ada di bawah ini.

Fungsi/ Kegunaan Penangkal Petir

Sebelum mengetahui apa fungsi dari penangkal petir sebenarnya, lebih baik terlebih dahulu mengetahui berbagai kerusakan yang dapat disebabkan oleh sambaran petir. Dimana beberapa diantaranya adalah:

  • Menyebabkan terjadinya kerusakan peralatan elektronik
  • Menyebabkan manusia atau makhluk hidup yang terkena sambaran petir kehilangan nyawa
  • Menyebabkan kebakaran bangunan atau gedung
  • Menyebabkan peralatan control panel
  • Menyebabkan sistem kelistrikan jaringan padam bahkan konsleting
  • Menyebabkan gangguan sistem komunikasi

Jika diperhatikan ada begitu banyak bahaya yang disebabkan oleh sambaran petir, oleh karena itu perlu ada sistem perlindungan untuk struktur bangunan. Baik untuk melindungi bangunan itu sendiri maupun berbagai perlengkapan yang ada di dalamnya. Alat yang dimaksud untuk melindungi bangunan terhadap bahaya kerusakan akibat sambaran petir tersebut tidak lain adalah penangkal petir. Tentunya setelah mengetahui berbagai bahaya dan risiko yang disebabkan oleh sambaran petir seperti di atas, sedikit banyak Anda sudah memahami benar mengapa diciptakan alat yang disebut sebagai penangkal petir. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat atau fungsi dipasangnnya penangkal petir pada bangunan, Anda dapat menemukannya dalam penjelasan di bawah ini. Adapun beberapa fungsi atau tujuan dari dipasangnya penangkal petir yaitu:

I. Menangkal sambaran petir

Menyediakan sistem penerimaan atau air terminal yang dengan cepat menyambut datangnya sambaran arus petir, penangkal petir memberikan proteksi tepat dengan cara memperhitungkan besaran petir. Mengalihkan sambaran tersebut agar tidak mengenai bangunan beserta seluruh isinya. Baik itu manusia maupun perkakas seperti perlengkapan elektronik.

II. Menampung arus petir

Petir akan diserap tanah melalui penangkal petir. Terlebih ketika resistansi grounding sistem yang dibuat berada di bawah 5 Ohm. Arus petir sepenuhya diserap tanah tanpa menyebabkan step potensial.

III. Menyalurkan arus petir

Terminal penangkal petir yang menerima arus petir akan membawa arus yang sangat tinggi. Tentu arus tersebut harus secepat mungkin disalurkan ke bumi melalui kabel penyalur. Dengan begitu tidak terjadi loncatan listrik yang merusak dan membahayakan struktur bangunan maupun perangkat di dalamnya.

Semua fungsi tersebut memiliki tujuan utama yang tidak lain adalah untuk melindungi bangunan beserta seluruh penghuninya dari bahaya sambaran petir. Termasuk berbagai perangkat elektronik yang berada di dalam bangunan tersebut.

Prinsip Kerja Alat Penangkal Petir

Image credit : Wikimedia

Alat penangkal petir dibuat dengan bagian ujung berbentuk lancip. Ujung dari penangkal petir tersebut memiliki fungsi untuk melepaskan muatan yang dikandungnya. Oleh karena itu, jika ada awan dengan muatan positif di sekitar ujung penangkal petir, ujung tersebut akan secara otomatis bermuatan negatif kemudian melepaskan muatannya ke molekul udara menuju ke awan yang mengandung muatan positif.

Karena muatan negatif dari ujung penangkal petir sudah dilepaskan ke molekul udara, maka saat itu juga muatan positif pada awan bergerak pindah ke ujung lancip dari alat penangkal petir. Muatan tersebut kemudian diteruskan ke tanah melalui logam tembaga (kabel grounding) yang sudah dipasang. Dengan begitu tidak akan terjadi loncatan api arus listrik yang jauh lebih besar karena terjadinya pemindahan muatan arus listrik.

Image credit : National Ag Safety Database

Jika memang masih terjadi loncatan api arus listrik, maka muatan positif yang diterima ujung penangkal petir tersebut akan mengalir melalui penghantar penangkal petir ke tanah agar tidak membahayakan bangunan beserta seluruh penghuninya. Sehingga dapat disimpulkan jika alat penangkal petir adalah alat yang mampu mengurangi loncatan api dari arus listrik lebih besar yang dibawa oleh muatan negatif petir.

Secara sederhana penangkal petir dapat dikatakan merupakan serangkaian komponen media pengaman yang berfungsi sebagai penyalur sambaran petir ke permukaan bumi/tanah. Tujuannya agar sambaran petir tersebut tidak membahayakan dan merusak benda-benda yang dilewatinya. Adapun instalasi alat penangkal petir yang tepat seharusnya akan langsung bekerja sebelum terjadi sambaran. Dengan kata lain ketika kondisi cuaca mulai mendung, air terminal pada penangkal petir sudah langsung bekerja guna menyerap elektron kemudian menetralkannya. Sehingga saat hujan mulai turun, intensitas sambaran petir semakin berkurang.

Meskipun demikian, penting diperhatikan bahwa prinsip kerja di atas tidak berlaku saat alat penangkal petir dipasang pada daerah dataran tinggi. Pasalnya, wilayah dataran tinggi memang memiliki intensitas sambaran petir yang sangat ekstrem. Maka dari itu, penangkal petir yang dipasang pada bangunan yang ada di daerah dataran tinggi lebih berfungsi sebagai umpan sambaran petir. Sehingga penangkal petir ini biasa dipasang di atas gedung yang paling tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sambaran petir tersebut diterima oleh penangkal petir untuk disalurkan arus listriknya ke permukaan tanah melalui kabel grounding dan tidak menyerang bangunan.

Secara singkat prinsip kerja penangkal petir tidak lain adalah melepaskan muatan positif ke awan yang dapat menyebabkan sambaran petir, kemudian menarik muatan negatif awan tersebut menggunakan ujung lancipnya yang terbuat dari logam untuk disalurkan ke permukaan maupun dalam tanah melalui media logam tembaga.

Baca Juga : Cara kerja panel surya

3 Comments

  1. vkdewangga 7 Februari 2017
    • admin 10 Februari 2017
  2. ada ajah 2 Juni 2017

Leave a Reply